Langsung ke konten utama

Postingan

Kiat Menjaga Work-Life Balance untuk Hidup yang Produktif dan Bahagia

Ayyub Mustofa   1:59 PM on Nov 17, 2017 Sebelum era smartphone dan laptop, batas antara pekerjaan dan kehidupan pribadi dapat kita lihat dengan jelas. Mungkin kamu mulai bekerja ketika tiba di kantor saat pukul delapan pagi, dan berhenti kerja ketika jam menunjukkan pukul lima sore. Sesekali mungkin kamu lembur, tapi pekerjaan di luar waktu normal tersebut dihitung sebagai tambahan ekstra. Tidak demikian dengan zaman sekarang. Lewat smartphone , kita bisa berkirim email dan melakukan koordinasi kapan saja. Kita juga bisa membuat presentasi, menulis dokumen, bahkan mengontrol server dari rumah, asalkan ada laptop dan internet. Sedikit demi sedikit, pekerjaan pun menyusup masuk ke waktu pribadi, jam tidur, bahkan hari liburmu. Jam kerja yang tidak menentu ini bisa membuat keseimbangan antara kehidupan kerja dan kehidupan pribadimu—biasa disebut work-life balance —menjadi terganggu. Work-life balance yang buruk adalah masalah yang sering terjadi di du...

8 Tips Efektif Menjaga Produktivitas Saat Bekerja dari Rumah

Oleh: Siska Nirmala Puspitasari 1 November, 2017 - 19:04 Kemajuan teknologi saat ini, telah memunculkan fenomena bekerja jarak jauh atau bekerja dari rumah semakin menjamur. Teknologi komputasi penyimpanan ringan (cloud computing) dan mobile internet membuat hal ini semakin mungkin dilakukan. Seperti dilansir dalam siaran pers JobStreet.com Indonesia, fakta fenomena tersebut dibuktikan dalam laporan 'The 2017 State of Telecommuting in the US Employee Workforce'. Dari laporan tersebut diketahui, jumlah karyawan yang bekerja dari rumah telah tumbuh sebesar 115% dari tahun 2005 sampai 2015. Selain itu juga ditemukan bahwa di Amerika Serikat, lebih dari 40 persen karyawan telah ditawarkan pilihan kerja yang fleksibel pada tahun 2017, dibandingkan tahun 2010. Meski bekerja dari rumah terdengar menyenangkan, namun butuh penyesuaian diri yang tidak mudah, terutama bagi yang baru pertama kali memulai aktivitas tersebut. Bekerj...

Punya Kebiasaan Ini, Anda Pasti Orang Produktif

Liputan6.com, Jakarta Daripada menghabiskan waktu untuk menunda-nunda pekerjaan, ada cara untuk menunjukkan sisi produktivitas dari beberapa kebiasaan yang Anda lakukan. Hal-hal kecil ini bisa membantu Anda menjadi lebih produktif. Dilansir dari Reader Digest pada Jumat (2/2/2018), ini dia beberapa kebiasaan yang bisa menunjukkan bahwa Anda pasti orang yang produktif 1. Fokus Untuk Bahagia Salah satu studi di University of Warwick, Inggris, menemukan orang yang lebih bahagia, 12% lebih produktif di lingkungan kerja daripada rekan mereka yang tidak bahagia. "Ini masuk akal terutama mengingat gejala depresi yang umum adalah penurunan motivasi dan perhatian," kata Aparna Iyer MD, psikiater holistik dan asisten profesor di UT Southwestern Medical Center di Dallas, Texas. Jika Anda melihat bahwa Anda sedang berjuang untuk mempertahankan pandangan positif, carilah saran untuk menjadi lebih positif. Selain itu, jangan ragu untuk mencari pertolongan. ...

Generasi Millennial Mulai Irit Mengeluarkan Uang

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Generasi millennial sering disebut membuang-buang uang untuk kesenangan sekilas seperti kopi dan makan siang yang digabung dengan sarapan pagi. Karena itu pula, generasi millennial dianggap tidak bisa membeli rumah. Dikutip dari Metro , Senin (30/7) sebuah penelitian baru telah muncul untuk mengkonfirmasi hal ini. Disebutkan generasi millennial sebenarnya sangat berhati-hati mengeluarkan penghasilan mereka. The Millennial Money Survey oleh F & C Investments telah menemukan generasi millennial tidak menolak untuk mengurangi pengeluaran. Alasan utama mengapa generasi millenial gagal menabung adalah terlalu banyak tagihan yang harus dibayar. 68 persen dari mereka yang diwawancarai mengatakan mereka bermaksud menghemat lebib banyak uang tahun ini daripada 2017. 59 persen mengklaim upaya menabung mereka digagalkan oleh tagihan penting. 60 persen lebih suka melewatkan acara khusus daripada meminjam uang. 35 persen generasi ...

Tips Mengembalikan Pola Konsumsi agar Tak Boros

Bisnis.com , JAKARTA—Meski esensinya untuk mengendalikan diri, tak dapat dipungkiri saat Ramadan justru lebih banyak pengeluaran yang dilakukan, mulai dari makanan hingga mudik lebaran. Diskon pun banyak bertebaran di department store yang menarik minat untuk mengeluarkan uang. Lantas, bagaimana melatih otak kembali agar tidak boros dan kembali ke pola hemat belanja bulanan?. Perencana keungangan OneShildt M. Andoko mengatakan Anda harus menyesuaikan dengan bujet dan realisasi atau pencatatan uang sebagai panduan. "Sebenarnya kalau tahun sebelumnya sudah memiliki catatan pengeluaran yang sudah kelihatan seperti list bujet, jadi gampang [terlihat] pos buat makan berapa, cicilan berapa, nabung berapa, " kata Andoko kepada Bisnis , Sabtu (16/8/2018). Dia mengatakan sebisa mungkin individu ataupun keluarga memiliki kebiasaan untuk surplus.  "Karena kalau punys kebiasaan itu pasti sudah merasa tidak nyaman," katanya. Selain itu, dia menya...

Meniru 5 Kebiasaan Pebisnis Kaya

TEMPO.CO , Jakarta - Bagaimana cara cepat menjadi orang kaya? Salah satunya adalah dengan banyak bergaul dengan pebisnis kaya. Mengapa? Karena kita bisa mempelajari dan mengimitasi apa yang mereka lakukan, meniru tindakannya, dan mengadopsi cara berpikirnya. Nah, apa saja kebiasaan orang kaya yang membuat mereka kaya dan sukses? Berikut ini top five -nya. 1. Hemat Dengan uang yang begitu banyak, seorang billionaire bisa membeli apa saja. Namun tak berarti mereka harus foya-foya. Mereka juga akan berhemat. Warren Buffett termasuk milader atau billionaire yang mau berhemat. Nah, berhemat juga menjadi kebiasaan billionaire lainnya. 2. Bangkit dari kegagalan Jangan melihat para billionaire dari kondisi mereka saat ini. Jalan mereka tak selalu mulus. Mereka hanya minim mengeluh jika menghadapi masalah. Bahkan ketika masalah itu membuat mereka bangkrut. Mereka akan mencari jalan, lalu berusaha bangkit dari keterpurukannya.  Steve Jobs dipecat dari App...

Biar Bisa Disebut Kaya, Berapa Uang yang Harus Kita Miliki?

Menurut kamu, berapa banyak uang yang harus dimiliki seseorang untuk bisa menyandang status kaya secara materi? Saat penghasilannya puluhan juta? Ratusan juta? Atau miliaran rupiah? Nampaknya definisi kaya memang sangat subjektif. Tergantung siapa yang bertanya dan obyeknya. Pada dunia perbankan misalnya, yang memiliki standard tersendiri untuk mengukur kekayaan dalam urusan investasi. 1. Acuan kekayaan di mata bankir   bloomberg.com Dilansir dari  Bloomberg , acuan kekayaan yang ditetapkan secara tersembunyi di kalangan pelaku perbankan adalah 25 juta dolar atau setara dengan Rp 353,75 miliar. Jumlah yang cukup stabil untuk berinvestasi, setidaknya hingga kuarter ke-3, bahkan untuk satu hingga dua tahun ke depan. Dari segi jumlah uang, sekilas memang terlihat sangat besar. Namun, bagi elite private bankers,  jumlah tersebut hanya membeli pelayanan dasar mereka.  2. Klasifikasi kekayaan   Unsplash.com/Willi...