REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Generasi millennial sering disebut
membuang-buang uang untuk kesenangan sekilas seperti kopi dan makan
siang yang digabung dengan sarapan pagi. Karena itu pula, generasi
millennial dianggap tidak bisa membeli rumah.
Dikutip dari Metro,
Senin (30/7) sebuah penelitian baru telah muncul untuk mengkonfirmasi
hal ini. Disebutkan generasi millennial sebenarnya sangat berhati-hati
mengeluarkan penghasilan mereka.
The Millennial Money Survey oleh F & C Investments telah
menemukan generasi millennial tidak menolak untuk mengurangi
pengeluaran. Alasan utama mengapa generasi millenial gagal menabung
adalah terlalu banyak tagihan yang harus dibayar.
68
persen dari mereka yang diwawancarai mengatakan mereka bermaksud
menghemat lebib banyak uang tahun ini daripada 2017. 59 persen mengklaim
upaya menabung mereka digagalkan oleh tagihan penting.
60
persen lebih suka melewatkan acara khusus daripada meminjam uang. 35
persen generasi millenial mengatakan mereka lebih memilih mengurangi
kehidupan sosial mereka daaripada meminta kenaikan gaji.
Hampir
dua pertiga dari mereka bertujuan membeli properti, menikah, dan
memulai sebuah keluarga di masa depan. Tetapi dengan 40 persen
mengungkapkan utang menghentikan menjalankan rencana itu semua.
Selain
itu, menurut survei rata-rata gaji kaum millennial Inggris Raya adalah
sekitar 27 ribu poundsterling dan naik menjadi 37 ribu poundsterling di
London. Menurut Ross Duncton dari F&C Investments mengatakan
generasi millenial Inggris hanya bercita-cita mencapai apa yang
dinikmati oleh generasi sebelumnya. Sementara beberapa dari mereka
memiliki utang.
“Kenyataannya, sebagian besar adalah
pembelanja yang masuk akal dan memiliki kendali atas uang mereka,
meskipun kurangnya pendidikan dan penghasilan finansial formal,” ujar
Duncton.
#2019GantiGayaHidup #ubahcarapandang #gayahidupproduktif #yukinvestasi
Komentar
Posting Komentar