Bisnis.com, JAKARTA—Meski esensinya untuk
mengendalikan diri, tak dapat dipungkiri saat Ramadan justru lebih
banyak pengeluaran yang dilakukan, mulai dari makanan hingga mudik
lebaran.
Diskon pun banyak bertebaran di department store yang
menarik minat untuk mengeluarkan uang. Lantas, bagaimana melatih otak
kembali agar tidak boros dan kembali ke pola hemat belanja bulanan?.
Perencana keungangan OneShildt M. Andoko mengatakan Anda harus
menyesuaikan dengan bujet dan realisasi atau pencatatan uang sebagai
panduan.
"Sebenarnya kalau tahun sebelumnya sudah memiliki catatan pengeluaran yang sudah kelihatan seperti list bujet, jadi gampang [terlihat] pos buat makan berapa, cicilan berapa, nabung berapa, " kata Andoko kepada Bisnis, Sabtu (16/8/2018).
Dia
mengatakan sebisa mungkin individu ataupun keluarga memiliki kebiasaan
untuk surplus.
"Karena kalau punys kebiasaan itu pasti sudah merasa
tidak nyaman," katanya.
Selain itu, dia menyarankan untuk
menyisihkan untuk tabungan minimal 10%. Namun akan lebih bagus misalnya
pada level 20% atau 30%.
Apabila terlanjur berhutang atau banyak
memakai kartu kredit untuk lebaran, dia menyarankan untuk segera
melunasi hutang tersebut. "Dengan catatan sebisa mungkin, semaksimal
mungkin harus dilunasin sebelum jatuh tempo supaya tidak terkena bunga,
"katanya.
Usahakan jangan gali lubang tutup lubang. Kalau sampai
hal tersebut terjadi, dia menyarankan untuk mencari pendanaan yang tidak
berbunga. "Misalnya meminjam saudara. Tapi perlu dicatat ya kalau nggak
bayar trust atau kepercayaan akan hilang, " lanjutnya.
Komentar
Posting Komentar