Guna mempersiapkan kebebasan keuangan atau financial freedom, banyak cara bisa ditempuh.
Mereka
yang sudah menyadari tujuan ini, bisa jadi ketika pertama kali bekerja,
ia sudah rajin menyisihkan uang untuk menabung. Seiring waktu berjalan,
ia tak lagi hanya mengandalkan tabungan, juga investasi.
Kemudian,
setelah kondisi stabil, orang itu akan mulai mencicil rumah, sembari
tetap berusaha menabung. Cicilan KPR berjalan lancar, utang kartu kredit
selalu lunas. Hal tersebut akhirnya membuat orang itu yakin kondisi
keuangannya sudah sehat.
Namun, orang tersebut akan tetap pusing
tiap menjelang ajaran baru. Sebab, ia harus mengeluarkan uang untuk
biaya sekolah anak. Belum lagi bila anak masuk ke sekolah baru dengan
jenjang pendidikan lebih tinggi.
Uang terasa cepat terkuras. Bila
kamu merasakan hal yang sama, artinya kondisi keuanganmu sebenarnya
belum benar-benar sehat. Bila kondisi ini tak segera kamu perbaiki,
tujuan untuk mencapai kebebasan keuangan bisa menjadi tujuan yang sulit.
Kebebasan
keuangan memang jadi impian semua orang. Untuk mengetahui apakah kamu
sudah mencapai kebebasan keuangan, ada beberapa tanda yang bisa kamu
lihat.
"Secara sederhana, seseorang dikatakan sudah mencapai
kebebasan keuangan bila ia bisa tetap memenuhi kebutuhan hidup meski
tanpa bekerja," ujar perencana keuangan Rakhmi Permatasari dari Safir
Senduk & Rekan.
Dana untuk memenuhi kebutuhan hidup itu
diperoleh dari aset aktif. Aset ini bisa berupa investasi riil seperti
menjalankan bisnis maupun investasi di surat berharga seperti obligasi.
"Aset aktifnya sudah bisa memenuhi kebutuhan dan keinginannya tanpa
harus bekerja lagi," jelas perencana keuangan independen Pandji
Harsanto.
Selain itu, untuk mencapai kebebasan keuangan, butuh
kondisi keuangan yang sehat. Namun, seseorang yang kondisi keuangannya
sudah sehat juga belum tentu sudah mencapai tujuan keuangan itu. Ada
tiga tandanya, yakni dilihat dari aset lancar, aset investasi dan utang.
Aset
lancar berupa uang kas, dan tabungan, termasuk investasi. Orang dengan
kondisi keuangan sehat punya aset lancar sekitar 15%-20% dari kekayaan
bersih. Untuk orang yang sudah mencapai kebebasan keuangan, aset lancar
bisa kurang dari 5% kekayaan bersih.
Aset investasi orang dengan
kondisi keuangan sehat biasanya kurang dari 50%, atau mendekati 50%
kekayaan bersih. "Aset investasi orang yang sudah mencapai kebebasan
keuangan lebih dari 50%, bisa mendekati 80%-90% dari kekayaan bersih,"
ungkap Pandji.
Utang juga menjadi indikator. Orang dengan keuangan
sehat punya rasio sehat pula, yakni sekitar 30% dari penghasilan.
"Untuk orang yang sudah mencapai kebebasan keuangan, biasanya sudah tak
punya utang lagi," kata Rakhmi.
Bila ada utang, itu bukan atas namanya langsung, melainkan atas nama perusahaan atau bisnis.
#2019GantiGayaHidup #ubahcarapandang #merdekafinancial
Komentar
Posting Komentar