MENTERI Perdagangan, Gita Wirjawan belakangan ini gencar
mengkampanyekan penggunaan produk dalam negeri. “ Bangga menggunakan
produk anak bangsa” begitu kampanye melalui sejumlah media massa,
termasuk di koran kita.
Penggunaan produk dalam negeri memang harus menjadi gerakan nasional. Gerakan ini tidak bisa ditunda – tunda lagi mengingat penggunaan produk impor kian merebak bagi sebagian besar masyarakat kelas menengah ke atas.
Repotnya lagi, sikap hidup konsumtif pun sepertinya sudah menjadi budaya di Indonesia. Jika konsumtif terhadap produk lokal, dapat memajukan perekonomian nasional, tetapi konsumtif terhadap produk luar negeri, ini yang harus dicegah. Padahal barang impor yang dibeli pun belum tentu dibutuhkan.
Tidak bisa membedakan antara kebutuhan dan keinginan inilah salah satu ciri sikap komsumtif. Artinya sepanjang mampu membeli, apapun dibeli, meski barang tersebut bukan merupakan kebutuhan mendesak.
Setiap ada produk-produk baru yang muncul dipasaran seperti telepon genggam, gadget, laptop, kosmetik, baju, sepatu, tas, berusaha membelinya, meski belum lama sudah beli produk serupa.
Bagi kalangan menengah ke atas yang mempunyai cukup uang, tidak begitu masalah, tetapi bagaimana dengan kalangan bawah?
Yang pasti gaya hidup konsumtif memberikan dampak yang negatif, di antaranya kian membuat kesenjangan sosial.
Negara pun semakin terbebani karena terlalu banyak barang yang diimpor untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia. Akibat lebih lanjut gairah memproduki barang-barang buatan dalam negeri semakin lemah. Tidak itu saja,produk lokal kalah bersaing dengan produk impor yang kebanyakan harganya lebih murah.
Setidaknya ada dua solusi yang bisa ditempuh untuk menekan pola hidup konsumtif agar tidak membudaya di Indonesia.
Pertama, makin mencitai produk dalam negeri. Gerakan mencintai produk dalam negeri seperti dikampanyekan Menteri Perdagangan, Gita Wirjawan harus diikuti tindakan nyata, yakni malu menggunakan produk impor. Artinya pejabat negara harus memberi contoh agar rakyatnya mengikuti.
Kunjungan kerja, studi banding dan berobat atau melakukan tindakan medis tak harus ke luar negeri. Apalagi jika sifatnya sangat pribadi, misalnya liburan keluarga. Sebab, dengan perjalanan ke luar negeri, lazimnya berbelanja produk impor di negara yang dikunjungi.
Kedua, pemerintah harus mengurangi komoditas impor, di antaranya dengan menaikkan berkali lipat pajak barang mewah impor.
Ketiga, merangsang masyarakat menciptakan produk buatan dalam negeri dengan memberi fasilitas dan kemudahan perizinan, permodalan dan pengembangan pasar. Kebijakan ini bisa ditujukan kepada kelas menengah yang jumlahnya cukup besar ( diproyeksikan menjadi 135 juta pada tahun 2025) agar tidak berlaku konsumtif, tetapi mengivenstasikan uangnya untuk usaha produktif. (*)
Disadur dari
#gayahidupproduktif #investasi #investasicerdas
Penggunaan produk dalam negeri memang harus menjadi gerakan nasional. Gerakan ini tidak bisa ditunda – tunda lagi mengingat penggunaan produk impor kian merebak bagi sebagian besar masyarakat kelas menengah ke atas.
Repotnya lagi, sikap hidup konsumtif pun sepertinya sudah menjadi budaya di Indonesia. Jika konsumtif terhadap produk lokal, dapat memajukan perekonomian nasional, tetapi konsumtif terhadap produk luar negeri, ini yang harus dicegah. Padahal barang impor yang dibeli pun belum tentu dibutuhkan.
Tidak bisa membedakan antara kebutuhan dan keinginan inilah salah satu ciri sikap komsumtif. Artinya sepanjang mampu membeli, apapun dibeli, meski barang tersebut bukan merupakan kebutuhan mendesak.
Setiap ada produk-produk baru yang muncul dipasaran seperti telepon genggam, gadget, laptop, kosmetik, baju, sepatu, tas, berusaha membelinya, meski belum lama sudah beli produk serupa.
Bagi kalangan menengah ke atas yang mempunyai cukup uang, tidak begitu masalah, tetapi bagaimana dengan kalangan bawah?
Yang pasti gaya hidup konsumtif memberikan dampak yang negatif, di antaranya kian membuat kesenjangan sosial.
Negara pun semakin terbebani karena terlalu banyak barang yang diimpor untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia. Akibat lebih lanjut gairah memproduki barang-barang buatan dalam negeri semakin lemah. Tidak itu saja,produk lokal kalah bersaing dengan produk impor yang kebanyakan harganya lebih murah.
Setidaknya ada dua solusi yang bisa ditempuh untuk menekan pola hidup konsumtif agar tidak membudaya di Indonesia.
Pertama, makin mencitai produk dalam negeri. Gerakan mencintai produk dalam negeri seperti dikampanyekan Menteri Perdagangan, Gita Wirjawan harus diikuti tindakan nyata, yakni malu menggunakan produk impor. Artinya pejabat negara harus memberi contoh agar rakyatnya mengikuti.
Kunjungan kerja, studi banding dan berobat atau melakukan tindakan medis tak harus ke luar negeri. Apalagi jika sifatnya sangat pribadi, misalnya liburan keluarga. Sebab, dengan perjalanan ke luar negeri, lazimnya berbelanja produk impor di negara yang dikunjungi.
Kedua, pemerintah harus mengurangi komoditas impor, di antaranya dengan menaikkan berkali lipat pajak barang mewah impor.
Ketiga, merangsang masyarakat menciptakan produk buatan dalam negeri dengan memberi fasilitas dan kemudahan perizinan, permodalan dan pengembangan pasar. Kebijakan ini bisa ditujukan kepada kelas menengah yang jumlahnya cukup besar ( diproyeksikan menjadi 135 juta pada tahun 2025) agar tidak berlaku konsumtif, tetapi mengivenstasikan uangnya untuk usaha produktif. (*)
Disadur dari
#gayahidupproduktif #investasi #investasicerdas
JAKARTA, KOMPAS.com -
Untuk memenuhi kebutuhan hidup, Anda harus bekerja. Namun, Anda tidak
boleh berlebihan dalam bekerja.
Jangan menghabiskan 24 jam waktu Anda dalam sehari hanya untuk bekerja.
Daripada menambah jumlah jam kerja, lebih baik meningkatkan
produktivitas dan kreativitas Anda sehingga hasilnya akan jauh lebih
berkualitas.
Salah satu caranya adalah dengan memiliki ruang kerja modern dengan
desain interior yang telah dirancang sedemikian rupa.
Berikut ini beberapa inspirasi desain interior ruang kerja hasil
kolaborasi Kompas.com, dan Arsitag untuk meningkatkan kreativitas Anda:
Gaya klasik nan elegan
Ruang kerja The Timeless Classic di Surabaya karya Iwan Sastrawiguna.
Ruang kerja The Timeless Classic di Surabaya karya Iwan
Sastrawiguna.(www.arsitag.com)
Bekerja di ruang kerja bergaya klasik dapat memberikan romantisme
kolonial pada masa lampau. Selain itu desain interior klasik juga
identik dengan tampilan yang elegan dan artistik.
Kreativitas Anda dalam bekerja pasti akan meningkat jika dilakukan di
ruang kerja bergaya seperti ini.
Gaya minimalis bersih
Ruang kerja Ss Residence di Tangerang karya Irianto Purnomo Hadi.
Ruang kerja Ss Residence di Tangerang karya Irianto Purnomo
Hadi.(www.arsitag.com)
Bekerja akan lebih menyenangkan jika dilakukan di ruangan yang
minimalis.
Ruang kerja minimalis biasanya akan memberikan kesan yang bersih dan
tidak berantakan, sehingga Anda dapat berpikir lebih kreatif ketika
mengerjakan tugas-tugas dan pekerjaan Anda.
Pencahayaan optimal
Ruang kerja 2Br Unit - Residence 8 di Jakarta karya Rekamagna.
Ruang kerja 2Br Unit - Residence 8 di Jakarta karya
Rekamagna.(www.arsitag.com)
Cahaya redup dapat memberikan ketenangan dan konsentrasi pada diri Anda
saat bekerja. Suasana cozy tentunya dapat Anda rasakan di ruang dengan
pencahayaan redup.
Namun, ruang kerja yang terlalu gelap justru dapat membuat mata Anda
mengalami masalah. Jadi, sebaiknya Anda mengatur pencahayaan ruang kerja
menjadi tidak terlalu terang dan tidak terlalu redup.
Lemari dokumen terorganisasi
Ruang kerja Rd Residence di Jakarta karya Helloembryo.
Ruang kerja Rd Residence di Jakarta karya Helloembryo.(www.arsitag.com)
Beragam berkas, buku, dan perlengkapan kerja akan terlihat sangat
berantakan jika tidak disusun secara rapi. Apabila jumlahnya sudah
terlalu banyak, Anda membutuhkan lemari untuk menyimpan semuanya.
Mungkin ruang kerja dengan lemari buffet dapat menampung semua berkas
dan peralatan kerja Anda. Hasilnya ruang kerja Anda terlihat rapi dan
membuat Anda betah untuk bekerja di sana.
Optimalisasi ruang
Ruang kerja Vl Apartment di Jakarta karya Tre Studio.
Ruang kerja Vl Apartment di Jakarta karya Tre Studio.(www.arsitag.com)
Bekerja dari rumah adalah impian bagi setiapa orang. Apalagi, jika ruang
kerja Anda menjadi satu dengan kasur.
Setelah lelah bekerja dan menyelesaikan deadline yang tidak ada
hentinya, Anda bisa langsung berbaring dan beristirahat di kasur.
Ruang kerja seperti ini tentunya sangat cocok bagi para freelancer atau
desainer yang semua pekerjaannya bisa dilakukan dari rumah. Namun,
jangan tergoda untuk tidur saat bekerja.
Ruang kerja bersama
Ruang kerja Taman Palem Residence di Jakarta karya Graharupa Studio.
Ruang kerja Taman Palem Residence di Jakarta karya Graharupa
Studio.(www.arsitag.com)
Bekerja sendirian selama berjam-jam justru akan membuat Anda bosan dan
mengantuk. Anda perlu teman mengobrol untuk menghilangkan penat Anda
sejenak.
Untuk mewujudkannya, Anda bisa memiliki ruang kerja seperti di atas yang
terdiri dari dua meja yang bersebelahan.
Gaya playful untuk anak-anak
Ruang kerja Private Residence 3 di Jakarta karya G | Momentcapture.
Ruang kerja Private Residence 3 di Jakarta karya G |
Momentcapture.(www.arsitag.com)
Bekerja tidak hanya dilakukan oleh orang dewasa. Anak-anak juga memiliki
pekerjaan rumah yang diberikan oleh guru mereka di sekolah.
Ruang kerja dengan ornamen-ornamen yang lucu tentu akan sangat cocok
untuk anak-anak Anda di rumah. Selain itu, ruang kerja Anak juga bisa
mereka gunakan sebagai ruang belajar.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Trik Menciptakan Ruang Kerja Produktif", https://properti.kompas.com/read/2018/05/27/150000021/trik-menciptakan-ruang-kerja-produktif.
Editor : Hilda B Alexander
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Trik Menciptakan Ruang Kerja Produktif", https://properti.kompas.com/read/2018/05/27/150000021/trik-menciptakan-ruang-kerja-produktif.
Editor : Hilda B Alexander
JAKARTA, KOMPAS.com -
Untuk memenuhi kebutuhan hidup, Anda harus bekerja. Namun, Anda tidak
boleh berlebihan dalam bekerja.
Jangan menghabiskan 24 jam waktu Anda dalam sehari hanya untuk bekerja.
Daripada menambah jumlah jam kerja, lebih baik meningkatkan
produktivitas dan kreativitas Anda sehingga hasilnya akan jauh lebih
berkualitas.
Salah satu caranya adalah dengan memiliki ruang kerja modern dengan
desain interior yang telah dirancang sedemikian rupa.
Berikut ini beberapa inspirasi desain interior ruang kerja hasil
kolaborasi Kompas.com, dan Arsitag untuk meningkatkan kreativitas Anda:
Gaya klasik nan elegan
Ruang kerja The Timeless Classic di Surabaya karya Iwan Sastrawiguna.
Ruang kerja The Timeless Classic di Surabaya karya Iwan
Sastrawiguna.(www.arsitag.com)
Bekerja di ruang kerja bergaya klasik dapat memberikan romantisme
kolonial pada masa lampau. Selain itu desain interior klasik juga
identik dengan tampilan yang elegan dan artistik.
Kreativitas Anda dalam bekerja pasti akan meningkat jika dilakukan di
ruang kerja bergaya seperti ini.
Gaya minimalis bersih
Ruang kerja Ss Residence di Tangerang karya Irianto Purnomo Hadi.
Ruang kerja Ss Residence di Tangerang karya Irianto Purnomo
Hadi.(www.arsitag.com)
Bekerja akan lebih menyenangkan jika dilakukan di ruangan yang
minimalis.
Ruang kerja minimalis biasanya akan memberikan kesan yang bersih dan
tidak berantakan, sehingga Anda dapat berpikir lebih kreatif ketika
mengerjakan tugas-tugas dan pekerjaan Anda.
Pencahayaan optimal
Ruang kerja 2Br Unit - Residence 8 di Jakarta karya Rekamagna.
Ruang kerja 2Br Unit - Residence 8 di Jakarta karya
Rekamagna.(www.arsitag.com)
Cahaya redup dapat memberikan ketenangan dan konsentrasi pada diri Anda
saat bekerja. Suasana cozy tentunya dapat Anda rasakan di ruang dengan
pencahayaan redup.
Namun, ruang kerja yang terlalu gelap justru dapat membuat mata Anda
mengalami masalah. Jadi, sebaiknya Anda mengatur pencahayaan ruang kerja
menjadi tidak terlalu terang dan tidak terlalu redup.
Lemari dokumen terorganisasi
Ruang kerja Rd Residence di Jakarta karya Helloembryo.
Ruang kerja Rd Residence di Jakarta karya Helloembryo.(www.arsitag.com)
Beragam berkas, buku, dan perlengkapan kerja akan terlihat sangat
berantakan jika tidak disusun secara rapi. Apabila jumlahnya sudah
terlalu banyak, Anda membutuhkan lemari untuk menyimpan semuanya.
Mungkin ruang kerja dengan lemari buffet dapat menampung semua berkas
dan peralatan kerja Anda. Hasilnya ruang kerja Anda terlihat rapi dan
membuat Anda betah untuk bekerja di sana.
Optimalisasi ruang
Ruang kerja Vl Apartment di Jakarta karya Tre Studio.
Ruang kerja Vl Apartment di Jakarta karya Tre Studio.(www.arsitag.com)
Bekerja dari rumah adalah impian bagi setiapa orang. Apalagi, jika ruang
kerja Anda menjadi satu dengan kasur.
Setelah lelah bekerja dan menyelesaikan deadline yang tidak ada
hentinya, Anda bisa langsung berbaring dan beristirahat di kasur.
Ruang kerja seperti ini tentunya sangat cocok bagi para freelancer atau
desainer yang semua pekerjaannya bisa dilakukan dari rumah. Namun,
jangan tergoda untuk tidur saat bekerja.
Ruang kerja bersama
Ruang kerja Taman Palem Residence di Jakarta karya Graharupa Studio.
Ruang kerja Taman Palem Residence di Jakarta karya Graharupa
Studio.(www.arsitag.com)
Bekerja sendirian selama berjam-jam justru akan membuat Anda bosan dan
mengantuk. Anda perlu teman mengobrol untuk menghilangkan penat Anda
sejenak.
Untuk mewujudkannya, Anda bisa memiliki ruang kerja seperti di atas yang
terdiri dari dua meja yang bersebelahan.
Gaya playful untuk anak-anak
Ruang kerja Private Residence 3 di Jakarta karya G | Momentcapture.
Ruang kerja Private Residence 3 di Jakarta karya G |
Momentcapture.(www.arsitag.com)
Bekerja tidak hanya dilakukan oleh orang dewasa. Anak-anak juga memiliki
pekerjaan rumah yang diberikan oleh guru mereka di sekolah.
Ruang kerja dengan ornamen-ornamen yang lucu tentu akan sangat cocok
untuk anak-anak Anda di rumah. Selain itu, ruang kerja Anak juga bisa
mereka gunakan sebagai ruang belajar.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Trik Menciptakan Ruang Kerja Produktif", https://properti.kompas.com/read/2018/05/27/150000021/trik-menciptakan-ruang-kerja-produktif.
Editor : Hilda B Alexander
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Trik Menciptakan Ruang Kerja Produktif", https://properti.kompas.com/read/2018/05/27/150000021/trik-menciptakan-ruang-kerja-produktif.
Editor : Hilda B Alexander
JAKARTA, KOMPAS.com -
Untuk memenuhi kebutuhan hidup, Anda harus bekerja. Namun, Anda tidak
boleh berlebihan dalam bekerja.
Jangan menghabiskan 24 jam waktu Anda dalam sehari hanya untuk bekerja.
Daripada menambah jumlah jam kerja, lebih baik meningkatkan
produktivitas dan kreativitas Anda sehingga hasilnya akan jauh lebih
berkualitas.
Salah satu caranya adalah dengan memiliki ruang kerja modern dengan
desain interior yang telah dirancang sedemikian rupa.
Berikut ini beberapa inspirasi desain interior ruang kerja hasil
kolaborasi Kompas.com, dan Arsitag untuk meningkatkan kreativitas Anda:
Gaya klasik nan elegan
Ruang kerja The Timeless Classic di Surabaya karya Iwan Sastrawiguna.
Ruang kerja The Timeless Classic di Surabaya karya Iwan
Sastrawiguna.(www.arsitag.com)
Bekerja di ruang kerja bergaya klasik dapat memberikan romantisme
kolonial pada masa lampau. Selain itu desain interior klasik juga
identik dengan tampilan yang elegan dan artistik.
Kreativitas Anda dalam bekerja pasti akan meningkat jika dilakukan di
ruang kerja bergaya seperti ini.
Gaya minimalis bersih
Ruang kerja Ss Residence di Tangerang karya Irianto Purnomo Hadi.
Ruang kerja Ss Residence di Tangerang karya Irianto Purnomo
Hadi.(www.arsitag.com)
Bekerja akan lebih menyenangkan jika dilakukan di ruangan yang
minimalis.
Ruang kerja minimalis biasanya akan memberikan kesan yang bersih dan
tidak berantakan, sehingga Anda dapat berpikir lebih kreatif ketika
mengerjakan tugas-tugas dan pekerjaan Anda.
Pencahayaan optimal
Ruang kerja 2Br Unit - Residence 8 di Jakarta karya Rekamagna.
Ruang kerja 2Br Unit - Residence 8 di Jakarta karya
Rekamagna.(www.arsitag.com)
Cahaya redup dapat memberikan ketenangan dan konsentrasi pada diri Anda
saat bekerja. Suasana cozy tentunya dapat Anda rasakan di ruang dengan
pencahayaan redup.
Namun, ruang kerja yang terlalu gelap justru dapat membuat mata Anda
mengalami masalah. Jadi, sebaiknya Anda mengatur pencahayaan ruang kerja
menjadi tidak terlalu terang dan tidak terlalu redup.
Lemari dokumen terorganisasi
Ruang kerja Rd Residence di Jakarta karya Helloembryo.
Ruang kerja Rd Residence di Jakarta karya Helloembryo.(www.arsitag.com)
Beragam berkas, buku, dan perlengkapan kerja akan terlihat sangat
berantakan jika tidak disusun secara rapi. Apabila jumlahnya sudah
terlalu banyak, Anda membutuhkan lemari untuk menyimpan semuanya.
Mungkin ruang kerja dengan lemari buffet dapat menampung semua berkas
dan peralatan kerja Anda. Hasilnya ruang kerja Anda terlihat rapi dan
membuat Anda betah untuk bekerja di sana.
Optimalisasi ruang
Ruang kerja Vl Apartment di Jakarta karya Tre Studio.
Ruang kerja Vl Apartment di Jakarta karya Tre Studio.(www.arsitag.com)
Bekerja dari rumah adalah impian bagi setiapa orang. Apalagi, jika ruang
kerja Anda menjadi satu dengan kasur.
Setelah lelah bekerja dan menyelesaikan deadline yang tidak ada
hentinya, Anda bisa langsung berbaring dan beristirahat di kasur.
Ruang kerja seperti ini tentunya sangat cocok bagi para freelancer atau
desainer yang semua pekerjaannya bisa dilakukan dari rumah. Namun,
jangan tergoda untuk tidur saat bekerja.
Ruang kerja bersama
Ruang kerja Taman Palem Residence di Jakarta karya Graharupa Studio.
Ruang kerja Taman Palem Residence di Jakarta karya Graharupa
Studio.(www.arsitag.com)
Bekerja sendirian selama berjam-jam justru akan membuat Anda bosan dan
mengantuk. Anda perlu teman mengobrol untuk menghilangkan penat Anda
sejenak.
Untuk mewujudkannya, Anda bisa memiliki ruang kerja seperti di atas yang
terdiri dari dua meja yang bersebelahan.
Gaya playful untuk anak-anak
Ruang kerja Private Residence 3 di Jakarta karya G | Momentcapture.
Ruang kerja Private Residence 3 di Jakarta karya G |
Momentcapture.(www.arsitag.com)
Bekerja tidak hanya dilakukan oleh orang dewasa. Anak-anak juga memiliki
pekerjaan rumah yang diberikan oleh guru mereka di sekolah.
Ruang kerja dengan ornamen-ornamen yang lucu tentu akan sangat cocok
untuk anak-anak Anda di rumah. Selain itu, ruang kerja Anak juga bisa
mereka gunakan sebagai ruang belajar.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Trik Menciptakan Ruang Kerja Produktif", https://properti.kompas.com/read/2018/05/27/150000021/trik-menciptakan-ruang-kerja-produktif.
Editor : Hilda B Alexander
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Trik Menciptakan Ruang Kerja Produktif", https://properti.kompas.com/read/2018/05/27/150000021/trik-menciptakan-ruang-kerja-produktif.
Editor : Hilda B Alexander
JAKARTA, KOMPAS.com -
Untuk memenuhi kebutuhan hidup, Anda harus bekerja. Namun, Anda tidak
boleh berlebihan dalam bekerja.
Jangan menghabiskan 24 jam waktu Anda dalam sehari hanya untuk bekerja.
Daripada menambah jumlah jam kerja, lebih baik meningkatkan
produktivitas dan kreativitas Anda sehingga hasilnya akan jauh lebih
berkualitas.
Salah satu caranya adalah dengan memiliki ruang kerja modern dengan
desain interior yang telah dirancang sedemikian rupa.
Berikut ini beberapa inspirasi desain interior ruang kerja hasil
kolaborasi Kompas.com, dan Arsitag untuk meningkatkan kreativitas Anda:
Gaya klasik nan elegan
Ruang kerja The Timeless Classic di Surabaya karya Iwan Sastrawiguna.
Ruang kerja The Timeless Classic di Surabaya karya Iwan
Sastrawiguna.(www.arsitag.com)
Bekerja di ruang kerja bergaya klasik dapat memberikan romantisme
kolonial pada masa lampau. Selain itu desain interior klasik juga
identik dengan tampilan yang elegan dan artistik.
Kreativitas Anda dalam bekerja pasti akan meningkat jika dilakukan di
ruang kerja bergaya seperti ini.
Gaya minimalis bersih
Ruang kerja Ss Residence di Tangerang karya Irianto Purnomo Hadi.
Ruang kerja Ss Residence di Tangerang karya Irianto Purnomo
Hadi.(www.arsitag.com)
Bekerja akan lebih menyenangkan jika dilakukan di ruangan yang
minimalis.
Ruang kerja minimalis biasanya akan memberikan kesan yang bersih dan
tidak berantakan, sehingga Anda dapat berpikir lebih kreatif ketika
mengerjakan tugas-tugas dan pekerjaan Anda.
Pencahayaan optimal
Ruang kerja 2Br Unit - Residence 8 di Jakarta karya Rekamagna.
Ruang kerja 2Br Unit - Residence 8 di Jakarta karya
Rekamagna.(www.arsitag.com)
Cahaya redup dapat memberikan ketenangan dan konsentrasi pada diri Anda
saat bekerja. Suasana cozy tentunya dapat Anda rasakan di ruang dengan
pencahayaan redup.
Namun, ruang kerja yang terlalu gelap justru dapat membuat mata Anda
mengalami masalah. Jadi, sebaiknya Anda mengatur pencahayaan ruang kerja
menjadi tidak terlalu terang dan tidak terlalu redup.
Lemari dokumen terorganisasi
Ruang kerja Rd Residence di Jakarta karya Helloembryo.
Ruang kerja Rd Residence di Jakarta karya Helloembryo.(www.arsitag.com)
Beragam berkas, buku, dan perlengkapan kerja akan terlihat sangat
berantakan jika tidak disusun secara rapi. Apabila jumlahnya sudah
terlalu banyak, Anda membutuhkan lemari untuk menyimpan semuanya.
Mungkin ruang kerja dengan lemari buffet dapat menampung semua berkas
dan peralatan kerja Anda. Hasilnya ruang kerja Anda terlihat rapi dan
membuat Anda betah untuk bekerja di sana.
Optimalisasi ruang
Ruang kerja Vl Apartment di Jakarta karya Tre Studio.
Ruang kerja Vl Apartment di Jakarta karya Tre Studio.(www.arsitag.com)
Bekerja dari rumah adalah impian bagi setiapa orang. Apalagi, jika ruang
kerja Anda menjadi satu dengan kasur.
Setelah lelah bekerja dan menyelesaikan deadline yang tidak ada
hentinya, Anda bisa langsung berbaring dan beristirahat di kasur.
Ruang kerja seperti ini tentunya sangat cocok bagi para freelancer atau
desainer yang semua pekerjaannya bisa dilakukan dari rumah. Namun,
jangan tergoda untuk tidur saat bekerja.
Ruang kerja bersama
Ruang kerja Taman Palem Residence di Jakarta karya Graharupa Studio.
Ruang kerja Taman Palem Residence di Jakarta karya Graharupa
Studio.(www.arsitag.com)
Bekerja sendirian selama berjam-jam justru akan membuat Anda bosan dan
mengantuk. Anda perlu teman mengobrol untuk menghilangkan penat Anda
sejenak.
Untuk mewujudkannya, Anda bisa memiliki ruang kerja seperti di atas yang
terdiri dari dua meja yang bersebelahan.
Gaya playful untuk anak-anak
Ruang kerja Private Residence 3 di Jakarta karya G | Momentcapture.
Ruang kerja Private Residence 3 di Jakarta karya G |
Momentcapture.(www.arsitag.com)
Bekerja tidak hanya dilakukan oleh orang dewasa. Anak-anak juga memiliki
pekerjaan rumah yang diberikan oleh guru mereka di sekolah.
Ruang kerja dengan ornamen-ornamen yang lucu tentu akan sangat cocok
untuk anak-anak Anda di rumah. Selain itu, ruang kerja Anak juga bisa
mereka gunakan sebagai ruang belajar.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Trik Menciptakan Ruang Kerja Produktif", https://properti.kompas.com/read/2018/05/27/150000021/trik-menciptakan-ruang-kerja-produktif.
Editor : Hilda B Alexander
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Trik Menciptakan Ruang Kerja Produktif", https://properti.kompas.com/read/2018/05/27/150000021/trik-menciptakan-ruang-kerja-produktif.
Editor : Hilda B Alexander
JAKARTA, KOMPAS.com -
Untuk memenuhi kebutuhan hidup, Anda harus bekerja. Namun, Anda tidak
boleh berlebihan dalam bekerja.
Jangan menghabiskan 24 jam waktu Anda dalam sehari hanya untuk bekerja.
Daripada menambah jumlah jam kerja, lebih baik meningkatkan
produktivitas dan kreativitas Anda sehingga hasilnya akan jauh lebih
berkualitas.
Salah satu caranya adalah dengan memiliki ruang kerja modern dengan
desain interior yang telah dirancang sedemikian rupa.
Berikut ini beberapa inspirasi desain interior ruang kerja hasil
kolaborasi Kompas.com, dan Arsitag untuk meningkatkan kreativitas Anda:
Gaya klasik nan elegan
Ruang kerja The Timeless Classic di Surabaya karya Iwan Sastrawiguna.
Ruang kerja The Timeless Classic di Surabaya karya Iwan
Sastrawiguna.(www.arsitag.com)
Bekerja di ruang kerja bergaya klasik dapat memberikan romantisme
kolonial pada masa lampau. Selain itu desain interior klasik juga
identik dengan tampilan yang elegan dan artistik.
Kreativitas Anda dalam bekerja pasti akan meningkat jika dilakukan di
ruang kerja bergaya seperti ini.
Gaya minimalis bersih
Ruang kerja Ss Residence di Tangerang karya Irianto Purnomo Hadi.
Ruang kerja Ss Residence di Tangerang karya Irianto Purnomo
Hadi.(www.arsitag.com)
Bekerja akan lebih menyenangkan jika dilakukan di ruangan yang
minimalis.
Ruang kerja minimalis biasanya akan memberikan kesan yang bersih dan
tidak berantakan, sehingga Anda dapat berpikir lebih kreatif ketika
mengerjakan tugas-tugas dan pekerjaan Anda.
Pencahayaan optimal
Ruang kerja 2Br Unit - Residence 8 di Jakarta karya Rekamagna.
Ruang kerja 2Br Unit - Residence 8 di Jakarta karya
Rekamagna.(www.arsitag.com)
Cahaya redup dapat memberikan ketenangan dan konsentrasi pada diri Anda
saat bekerja. Suasana cozy tentunya dapat Anda rasakan di ruang dengan
pencahayaan redup.
Namun, ruang kerja yang terlalu gelap justru dapat membuat mata Anda
mengalami masalah. Jadi, sebaiknya Anda mengatur pencahayaan ruang kerja
menjadi tidak terlalu terang dan tidak terlalu redup.
Lemari dokumen terorganisasi
Ruang kerja Rd Residence di Jakarta karya Helloembryo.
Ruang kerja Rd Residence di Jakarta karya Helloembryo.(www.arsitag.com)
Beragam berkas, buku, dan perlengkapan kerja akan terlihat sangat
berantakan jika tidak disusun secara rapi. Apabila jumlahnya sudah
terlalu banyak, Anda membutuhkan lemari untuk menyimpan semuanya.
Mungkin ruang kerja dengan lemari buffet dapat menampung semua berkas
dan peralatan kerja Anda. Hasilnya ruang kerja Anda terlihat rapi dan
membuat Anda betah untuk bekerja di sana.
Optimalisasi ruang
Ruang kerja Vl Apartment di Jakarta karya Tre Studio.
Ruang kerja Vl Apartment di Jakarta karya Tre Studio.(www.arsitag.com)
Bekerja dari rumah adalah impian bagi setiapa orang. Apalagi, jika ruang
kerja Anda menjadi satu dengan kasur.
Setelah lelah bekerja dan menyelesaikan deadline yang tidak ada
hentinya, Anda bisa langsung berbaring dan beristirahat di kasur.
Ruang kerja seperti ini tentunya sangat cocok bagi para freelancer atau
desainer yang semua pekerjaannya bisa dilakukan dari rumah. Namun,
jangan tergoda untuk tidur saat bekerja.
Ruang kerja bersama
Ruang kerja Taman Palem Residence di Jakarta karya Graharupa Studio.
Ruang kerja Taman Palem Residence di Jakarta karya Graharupa
Studio.(www.arsitag.com)
Bekerja sendirian selama berjam-jam justru akan membuat Anda bosan dan
mengantuk. Anda perlu teman mengobrol untuk menghilangkan penat Anda
sejenak.
Untuk mewujudkannya, Anda bisa memiliki ruang kerja seperti di atas yang
terdiri dari dua meja yang bersebelahan.
Gaya playful untuk anak-anak
Ruang kerja Private Residence 3 di Jakarta karya G | Momentcapture.
Ruang kerja Private Residence 3 di Jakarta karya G |
Momentcapture.(www.arsitag.com)
Bekerja tidak hanya dilakukan oleh orang dewasa. Anak-anak juga memiliki
pekerjaan rumah yang diberikan oleh guru mereka di sekolah.
Ruang kerja dengan ornamen-ornamen yang lucu tentu akan sangat cocok
untuk anak-anak Anda di rumah. Selain itu, ruang kerja Anak juga bisa
mereka gunakan sebagai ruang belajar.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Trik Menciptakan Ruang Kerja Produktif", https://properti.kompas.com/read/2018/05/27/150000021/trik-menciptakan-ruang-kerja-produktif.
Editor : Hilda B Alexander
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Trik Menciptakan Ruang Kerja Produktif", https://properti.kompas.com/read/2018/05/27/150000021/trik-menciptakan-ruang-kerja-produktif.
Editor : Hilda B Alexander
Komentar
Posting Komentar