Langsung ke konten utama

Utang Anda Produktif atau Konsumtif?

Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -
Utang membuat kerja jadi semangat! Mungkin itu ungkapan yang sering kita dengar. Memang benar, dengan adanya utang maka kerja seseorang akan menjadi lebih semangat supaya bisa membayar utang tersebut. Mau tidak mau, punya atau tidak punya, Anda harus tetap membayar kewajiban untuk melunasi utang.
Jika membahas soal utang yang baik dan buruk, kita akan berbicara mengenai penggunaan utang tersebut untuk memenuhi kebutuhan atau keinginan. Bagaimana dengan Anda? Takut berutang atau melakukan utang sudah menjadi kebiasaan?
Idealnya, kita tidak mempunyai utang. Apabila kita bisa memanfaatkan utang dengan bijak, utang bisa menjadi salah satu cara untuk mencapai tujuan finansial kita. Dalam ilmu perencanaan keuangan, utang bukanlah sesuatu yang buruk. Utang dibagi menjadi dua yaitu utang produktif dan utang konsumtif.
Utang Produktif
Utang produktif adalah utang yang dimanfaatkan untuk kegiatan produktif dan bisa menciptakan nilai tambah misalnya untuk modal usaha, laba dari usaha bisa digunakan untuk membayar cicilan utang. Meskipun utang sudah lunas tetapi usaha terus berjalan. Contoh kedua adalah utang yang digunakan untuk menyicil KPR. Kenapa cicilan KPR termasuk utang produktif? Karena rumah adalah salah satu jenis investasi jangka panjang dan dapat menambah aset kita yang mana nilainya semakin lama semakin naik.
Utang Konsumtif
Sebaliknya, utang konsumtif adalah utang yang tidak menambah nilai produktif dan untuk memenuhi kebutuhan konsumtif. Contohnya, Anda mengajukan pinjaman ke bank untuk cicilan membeli mobil. Membeli mobil hanya sekedar suka atau hobi otomotif saja. Biasanya, masyarakat menilai mobil adalah salah satu aset padahal tidak karena nilai jual mobil semakin lama semakin menurun.
Apakah utang menjadi sangat menakutkan? Jawabannya iya bila kita tidak tahu aturan mainnya. Apa saja aturan yang harus diperhatikan dalam berutang?
1. Apabila berutang maka total utang janganlah lebih 30% dari penghasilan Anda. Pada saat utang Anda memasuki rasio lebih dari 30% maka itu pertanda cash flow keuangan Anda tidak sehat.
2. Gunakan kartu kredit untuk memudahkan transaksi, gunakan juga promo-promo yang berlaku misalnya promo cicilan 0%. Sebelum menggesek atau menggunakan kartu kredit pastikan Anda sudah mempunyai dana untuk membayar tagihan tersebut.
Lantas, bisakah utang konsumtif berubah menjadi utang produktf? Bisa saja, misalnya kita kredit untuk membeli gadget. Dalam hal ini gadget termasuk utang konsumtif tetapi jika digunakan untuk bekerja dan dapat menghasilkan uang maka bisa jadi berubah menjadi utang produktif karena labanya bisa digunakan untuk membayar cicilan gadget tersebut.
Kebanyakan yang terjadi adalah utang konsumtif lebih banyak dibandingkan utang produktif. Tawaran kartu kredit, diskon belanja, semuanya menggoda setiap orang untuk mengambil utang konsumtif yang belum tentu bisa menambah aset dan yang ada justru menyulitkan kehidupan. Mungkin sepintas kita merasa dengan utang tersebut dapat dengan cepat mendapatkan barang yang diidam-idamkan namun coba pertimbangkan lagi apakah Anda membelinya memang benar-benar membutuhkannya atau hanya sekedar menginginkannya.
Janganlah kita memaksakan untuk memiliki barang yang belum tentu kita butuhkan apalagi penghasilan belum cukup untuk memiliki barang tersebut. Yang terpenting saat berutang produktif maupun utang konsumtif adalah bijak dan disiplin dalam membayar cicilannya. Perbedaan utang produktif dan utang konsumtif bukan terletak pada jenis produk tetapi terletak pada fungsi.


#gayahidup #stopkonsumerisme #investasicerdas #lawankonsumerisme #trendhidup #ubahcarapandang

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Trik Pintar Memilih Investasi Sesuai Kemampuan Finansial

Nurseffi Dwi Wahyuni 05 Des 2017, 03:00 WIB Liputan6.com, Jakarta - Investasi dapat dikatakan sebagai usaha untuk menyisihkan dana yang nantinya akan memberikan keuntungan yang cukup tinggi pada masa depan. Saat ini investasi memang dipilih sebagai cara untuk mewujudkan tujuan finansial, seperti persiapan dana pensiun, dana pendidikan, dan berbagai tujuan finansial lainnya.  Tak heran jika banyak orang yang berlomba-lomba menjalankan berbagai investasi. Saat ini banyak jenis investasi yang dapat Anda pilih dan jalankan, tapi tentu saja pemilihan investasi tidak dapat dilakukan secara asal-asalan.  Perlu perencanaan yang matang sehingga Anda bisa memilih investasi yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan finansial. Apalagi kalau investasi tersebut ditujukan untuk jangka panjang, tentu saja dibutuhkan pertimbangan lebih lanjut sehingga investasi yang dijalankan dapat berjalan sesuai dengan rencana. Untuk itu, Anda bisa mengintip tips-tips di bawah ini untuk memili...

7 Tip Manajemen Waktu Ini Dapat Membantu Kamu Lebih Produktif

Setiap orang diberikan jumlah waktu yang sama dalam satu hari, tidak lebih dan tidak kurang. Akan tetapi mengapa ada seseorang yang dalam sehari dapat mengerjakan hal yang berdampak luar biasa, namun ada juga yang tidak menghasilkan apapun? Salah satu penyebab kurangnya produktivitas adalah karena tekanan pekerjaan. Sebuah studi yang dirilis oleh  The British Medical  menyatakan stres pada lingkungan kerja dapat diminimalkan melalui manajemen waktu yang efektif. Jika kamu merasa selalu kekurangan waktu untuk mengerjakan suatu hal, tujuh tip manajemen waktu berikut dapat membantu kamu menjadi lebih produktif. Buat rencana harian, mingguan, dan bulanan Sumber Catat apa yang akan dikerjakan esok hari sebelum kamu tidur. Mengerjakan suatu hal tanpa perencanaan akan membuatmu kehabisan waktu dan tenaga keesokan harinya. Ketika kamu membuat daftar apa saja yang akan kamu lakukan esok hari, hal ini membuat tubuhmu menjadi jauh lebih siap dan santai ketika bekerja, k...

Jepang Tak Kenal Budaya Memberi Tip, Ini 5 Alasannya

Jakarta - Budaya tip rupanya tidak ada di Jepang. Ada alasan mengapa memberi tambahan uang pada pegawai restoran tak umum dilakukan. Banyak buku panduan wisata menyebut orang-orang Jepang berpikir memberi tip adalah hal tak sopan. Sampai-sampai sebuah jaringan restoran sushi Jepang ternama di New York City ikut memberlakukan aturan 'no tipping.' Banyak orang heran mengingat memberi tip sangat umum dilakukan di Amerika dan banyak negara lainnya. Sora News 24 (23/8) merangkum alasan Jepang tidak mengenal budaya tip. 1. Memberi tip bukan budaya Jepang Meski banyak buku panduan wisata menyebut orang Jepang menganggap memberi tip tidak sopan, sebenarnya tak sepenuhnya begitu. Mereka hanya merasa memberi tip adalah hal aneh. Sama seperti di Amerika, Jepang juga memberlakukan aturan sektor pekerjaan mana yang pantas mendapat tip. Hanya saja di Jepang tidak ada sektor industri jasa yang masuk dalam kategori tersebut. Pegawai restoran dianggap sudah mendapat...